TIPS KESEHATAN

Jangan Pernah Abaikan Gejala Vertigo, Berikut Bahayanya Terhadap Kesehatan

Redaktur 01 August 2026
Foto: Ujenk
Foto: Ujenk

Pemeriksaan Vertigo

Tidak semua pusing adalah vertigo. Langkah pertama dalam proses diagnosis adalah memastikan apakah pasien benar-benar mengalami vertigo.

Untuk membedakan vertigo dari jenis pusing lainnya, dokter biasanya akan mengajukan pertanyaan sederhana namun penting, seperti: “Apakah Anda merasa ruangan di sekitar Anda berputar?” “Atau justru Anda merasa diri Anda yang berputar?”

Jika pasien menjawab "ya", kemungkinan besar ia mengalami vertigo. Setelah vertigo dikonfirmasi, riwayat gejala akan ditelusuri lebih dalam untuk membedakan apakah penyebabnya berasal dari telinga dalam (perifer) atau dari otak (sentral).

Menelusuri Pola Waktu Gejala

Mengetahui kapan dan bagaimana gejala muncul sangat membantu menentukan penyebab vertigo. Dokter akan mencatat apakah gejala bersifat akut atau kronis, berulang atau berlangsung terus-menerus, membaik, stabil, atau semakin memburuk.

Misalnya, vertigo yang sering kambuh dan hanya berlangsung beberapa menit biasanya disebabkan oleh Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Namun, jika vertigo berlangsung beberapa jam, bisa jadi disebabkan oleh migrain vestibular atau bahkan Transient Ischemic Attack (TIA).  Vertigo yang bertahan berhari-hari dapat berasal dari vestibular neuritis (infeksi saraf keseimbangan) atau tumor di otak kecil.

Menggali Gejala Penyerta

Vertigo sering disertai mual dan muntah, tetapi ini tidak spesifik pada satu penyebab tertentu. Untuk mendeteksi kemungkinan gangguan otak (sentral) yang bisa mengancam nyawa seperti stroke batang otak atau multiple sclerosis (MS), dokter perlu menanyakan, penglihatan ganda (diplopia), gangguan bicara (disartria), kesulitan menelan (disfagia), mati rasa atau kelemahan anggota tubuh.

Gejala seperti sakit kepala, sensitif terhadap cahaya, atau kilatan visual (aura) bisa menjadi tanda migrain vestibular, sementara tinnitus, gangguan pendengaran, dan riwayat infeksi virus bisa mengarah ke penyebab dari telinga dalam seperti ménière atau labirinitis.

Dokter juga akan memeriksa apakah pasien mengonsumsi obat-obatan tertentu (misalnya antikonvulsan, salisilat, atau antibiotik tertentu) atau memiliki riwayat konsumsi alkohol atau narkoba, karena ini bisa memengaruhi fungsi keseimbangan. 

Pemeriksaan Fisik: Mata, Kepala, dan Keseimbangan

Setelah anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik dilakukan untuk menguatkan dugaan klinis. Salah satu pemeriksaan utama, melihat apakah ada nystagmus, yaitu gerakan mata cepat yang tidak terkendali.

Pada vertigo perifer, gerakan mata ini biasanya horisontal dengan sedikit komponen memutar, sedangkan pada penyebab sentral, nystagmus bisa ke segala arah dan berubah-ubah arah tergantung pandangan. Nystagmus yang murni vertikal atau torsional hampir selalu menandakan gangguan di otak. 

Tes Fukuda-Unterberger

Dalam tes ini, Anda diminta berjalan di tempat selama 30 detik dengan mata tertutup. Jika selama tes tubuh Anda berputar atau condong ke salah satu sisi, hal ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada telinga dalam, terutama di bagian yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh.

Tes Head Impulse (Gerakan Kepala Mendadak)

Dalam tes ini, pasien diminta menatap satu titik (misalnya jari dokter) sambil kepalanya diputar cepat ke kanan atau kiri. Jika mata tidak bisa tetap fokus dan perlu "mengejar" titik tadi, ini menunjukkan adanya gangguan pada sistem vestibular telinga dalam di sisi yang sama.

Dix-Hallpike. Jika dokter mencurigai BPPV, ia melakukan manuver Dix-Hallpike. Tes ini dilakukan dengan menggerakkan kepala pasien ke posisi tertentu sambil dibaringkan cepat. Jika vertigo muncul dengan atau tanpa nystagmus, hasilnya positif.

Tes Jalan dan Romberg

Tes berjalan dan berdiri juga dapat membantu. Pasien dengan gangguan keseimbangan perifer cenderung jatuh ke arah sisi yang terkena, sementara pasien dengan gangguan cerebellum (otak kecil) bisa jatuh ke arah manapun dan bahkan tidak mampu berjalan tanpa bantuan.

Pemeriksaan Telinga dan Pendengaran 

Pemeriksaan telinga juga tidak kalah penting. Dokter akan memastikan tidak ada infeksi seperti otitis media akut. Pemeriksaan seperti tes Weber dan Rinne bisa membedakan gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Jika ditemukan gangguan pada satu sisi, kemungkinan besar berasal dari penyebab perifer seperti neuroma akustik.

Pemeriksaan Penunjang dan Evaluasi Lanjutan 

Tes laboratorium umumnya tidak banyak membantu. Namun, jika terdapat kecurigaan lesi sentral seperti stroke atau tumor otak, Magnetic resonance imaging (MRI) dan angiografi adalah pemeriksaan terbaik. Computerized tomography (CT scan) bisa menjadi alternatif jika MRI tidak tersedia, meskipun sensitivitasnya lebih rendah untuk mendeteksi kelainan di batang otak dan otak kecil.

Kapan Harus Segera ke IGD (Instalasi Gawat Darurat)?

Jangan menunda. Segera pergi ke unit gawat darurat jika vertigo Anda disertai gejala-gejala berikut, nyeri dada di mana, detak jantung tidak teratur atau berdebar kencang. Berikutnya, sakit kepala mendadak dan hebat, kesulitan berjalan atau berdiri, demam tinggi, lebih dari 38°C, gangguan penglihatan, seperti pandangan ganda atau buram dan lemah pada salah satu sisi tubuh (tangan atau kaki). 

Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi serius seperti stroke, gangguan jantung, atau infeksi berat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Jadi, vertigo bukan sekadar rasa pusing biasa. Sensasi dunia berputar, mual, hingga kehilangan keseimbangan bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada telinga dalam atau otak. Meski sering dianggap sepele, vertigo bisa mengganggu kualitas hidup dan bahkan membahayakan jika tidak ditangani dengan tepat.

Kabar baiknya, dengan deteksi dini, pemeriksaan menyeluruh, dan terapi yang sesuai mulai dari manuver sederhana hingga rehabilitasi vertigo bisa dikendalikan, bahkan disembuhkan.

Jangan tunggu sampai vertigo membuat Anda terjatuh atau kehilangan kendali. Jika gejala sering kambuh, makin berat, atau disertai tanda bahaya seperti nyeri dada atau lemas sebelah tubuh, segera periksakan diri ke dokter. Tubuh Anda memberi sinyal tugas kita adalah mendengarkannya.(*/swa)

Bagikan Artikel