Jangan Pernah Abaikan Gejala Vertigo, Berikut Bahayanya Terhadap Kesehatan
PADANG, TotalSehat.Com--Vertigo bukan sekadar pusing biasa. Banyak orang menganggap remeh gejala awalnya. Padahal, vertigo bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius. Terutama bila disertai gangguan keseimbangan, penglihatan kabur, atau bahkan pingsan.
Martha Oktavia Dewi, Sp.N melalui informasi yang dilansir web RS Hermina Padang mengungkapkan, vertigo sensasi umum yang membuat seseorang merasa seolah-olah dirinya atau lingkungan di sekitarnya sedang berputar.
Vertigo bisa muncul ketika seseorang melihat ke bawah dari tempat yang sangat tinggi. Namun, istilah vertigo secara medis lebih merujuk pada serangan pusing berputar, baik yang terjadi secara singkat maupun terus-menerus, yang disebabkan masalah di telinga bagian dalam atau otak.
Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi medis yang mendasarinya. Ada banyak kondisi berbeda yang bisa menyebabkan vertigo, mulai dari gangguan ringan pada telinga hingga kelainan neurologis yang lebih serius.
Terdapat dua jenis vertigo, yakni, vertigo perifer disebabkan masalah pada telinga bagian dalam (seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo/BPPV, neuritis vestibularis, atau penyakit Meniere).
Berikutnya, vertigo sentral, akibat gangguan pada otak atau sistem saraf pusat (misalnya stroke, tumor otak, migrain vestibular).
Beda Vertigo dengan Pusing
Banyak orang menganggap vertigo dan pusing hal yang sama. Padahal keduanya berbeda. Pusing biasanya digambarkan sebagai perasaan melayang, lemas, atau seperti tidak seimbang saat berdiri. Sementara, vertigo sensasi bahwa dunia di sekitar Anda berputar, meskipun tubuh sebenarnya diam. Vertigo juga disertai rasa tidak seimbang dan pusing, tetapi memiliki sensasi khas berputar.
Penyebab Vertigo
Vertigo paling sering disebabkan gangguan pada sistem vestibular. Baik karena kelainan di bagian perifer (telinga dalam) maupun pusat (otak). Mengetahui sumber penyebab vertigo sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat.
Penyebab Perifer (Telinga Dalam)
Penyebab perifer yang paling umum dan berkaitan langsung dengan kerusakan atau gangguan pada telinga bagian dalam. Beberapa di antaranya termasuk, Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
Di mana BPPV terjadi akibat perpindahan kristal kalsium kecil (otokonia) ke dalam kanalis semisirkularis posterior di telinga bagian dalam. Akibatnya, penderita merasakan vertigo yang singkat namun sering muncul, biasanya dipicu perubahan posisi kepala. Gejalanya bisa berupa sensasi berputar, mual, dan muntah, meskipun hanya berlangsung dalam hitungan menit atau detik.
Berikutnya, penyakit ménière. Tidak seperti BPPV, vertigo pada Ménière disertai dengan gejala tambahan seperti, tinnitus (dengingan di telinga), gangguan pendengaran, rasa penuh di telinga (aural fullness)
Penyakit ini disebabkan penumpukan cairan endolimfatik di dalam kanalis semisirkularis, yang dikenal sebagai endolymphatic hydrops. Bila tidak ditangani, Ménière dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.
Berikutnya, Labirinitis Akut dan Neuritis Vestibular. Keduanya peradangan akibat infeksi virus, biasanya muncul setelah infeksi saluran pernapasan atas. Labirinitis melibatkan struktur telinga bagian dalam secara menyeluruh. Vestibular neuritis hanya menyerang saraf keseimbangan. Gejalanya berupa vertigo mendadak yang hebat, sering disertai mual dan ketidakseimbangan.
Juga ada Ramsay Hunt Syndrome yang disebabkan aktivasi kembali virus Varicella-zoster (cacar air) yang menyerang ganglion genikulat. Gejalanya meliputi, vertigo, lumpuh wajah (paralisis fasialis), ruam kulit, tinnitus dan gangguan pendengaran.
Penyebab perifer lain yang lebih jarang, kolesteatoma, yakni kista berisi jaringan keratin yang bisa merusak struktur telinga tengah dan mastoid. Otosklerosis berupa pertumbuhan tulang abnormal di telinga tengah yang mengganggu hantaran suara dan bisa menyebabkan vertigo serta tinnitus. Fistula perilimfatik, yani terjadinya kebocoran cairan dari telinga dalam ke telinga tengah, biasanya akibat trauma atau operasi telinga.
Penyebab Sentral (Sistem Saraf Pusat)
Penyebab sentral berasal dari otak, khususnya area yang mengatur keseimbangan seperti batang otak dan otak kecil (serebelum). Penyebab ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengancam nyawa.
1. Stroke Iskemik atau Hemoragik
Stroke pada batang otak atau otak kecil bisa menimbulkan gejala vertigo akut. Karena sifatnya darurat, stroke harus segera dikenali melalui riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan jika perlu, pencitraan otak.
2. Tumor di Sudut Pontoserebelar (CPA Tumor)
Beberapa jenis tumor yang bisa menyebabkan vertigo antara lain, schwannoma vestibular (neuroma akustik), meduloblastoma, glioma batang otak.
Tumor-tumor ini dapat menekan saraf pendengaran dan keseimbangan, menyebabkan gejala seperti, kehilangan pendengaran satu sis, tinnitus, vertigo berkepanjangan
Migrain Vestibular
Migrain jenis ini menyebabkan vertigo disertai gejala khas migrain lainnya seperti, sakit kepala sebelah, mual dan muntah, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia) dan suara (fonofobia) Sering kali salah diagnosis karena tidak selalu disertai sakit kepala.
Multiple Sclerosis (MS)
MS adalah penyakit autoimun yang menyerang selubung mielin saraf pusat. MS bisa menyebabkan vertigo karena, terbentuknya plak demielinisasi di jalur vestibular otak. Selain itu, MS juga bisa memicu BPPV sebagai gejala sekunder.
Penyebab lain vertigo, karena obat-obatan. Beberapa jenis obat diketahui dapat memicu vertigo sebagai efek samping, seperti, antikonvulsan, salisilat (dalam dosis tinggi, misalnya aspirin)
Gangguan psikologis berupa gangguan mental seperti, kecemasan berlebihan (anxiety), depresi, somatisasi (mengalami gejala fisik akibat tekanan emosional) dapat menimbulkan keluhan mirip vertigo, seperti rasa melayang, tidak stabil, atau cemas berlebih saat berada di tempat ramai.