SUMATERA BARAT

Bisa Dihisap Melalui Vape, Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Ingatkan Waspada Narkoba Varian Baru

Redaktur 09 August 2026
Wakil Ketua DPRD Sumbar, M Iqra  Chissa Putra saat Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018, di Kantor DPD Golkar Padang, Minggu (9/8).Foto: Arfan
Wakil Ketua DPRD Sumbar, M Iqra Chissa Putra saat Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018, di Kantor DPD Golkar Padang, Minggu (9/8).Foto: Arfan

PADANG, TotalSehat.Com--Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), M Iqra  Chissa Putra mengingatkan masyarakat, saat ini jenis narkotika banyak variannya. Karena itu, masyarakat, khususnya orang tua diminta agar mengawasi aktitvitas anak-anaknya, agar jangan sampai terjerumus dalam penggunaan narkoba.

Diungkapkannya, perkembangan berbagai varian atau jenis narkoba saat ini, akibat dampak buruk dari kemajuan fase digitalisasi. Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang itu menambahkan, perkembangan teknologi berdampak, komunikasi semakin gampang, karena dunia berada dalam genggaman melalui pemggunaan gadget. 

"Penggunaan gadget ada plus minusnya. Plusnya dapat informasi positif, minusnya mudahnya komunikasi dengan orang, jauh sehingga dapat membawa pengaruh baik dan buruk. Salah satu pengaruh buruknya komunikasi dengan jaringan narkoba," ungkap Iqra Chissa, saat Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, di Kantor DPD Golkar Padang, Minggu, (9/8).

Dengan komunikasi digital saat ini, jika dulunya masyarakat mengenal jenis narkoba hanya berupa ganja, ekstasi dan sabu, sekarang justru muncul narkoba varian baru melalui penggunaan vape.

"Penggunaan vape banyak digandrungi generasi muda saat ini. Namun, justru sekarang ada vape "getar" baru seperti rokok elektrik. Melalui penggunaan vape,  liquid diisi cairan berupa narkoba. Jika vape dihisap, maka penggunanya langsung fly (terbang) melayang," ungkap Iqra Chissa.

Iqra Chissa kembali mengingatkan masyarakat, narkoba dalam bentuk cairan yang diisi lewat vape ini, maupun narkoba jenis lain, dampaknya sangat berbahaya dan merusak kerja dari saraf otak. "Jika saraf otak rusak, maka anak kemenakan tidak tahu lagi orang tua mereka. Mereka tidak tahu lagi mana yang benar dan salah dikerjakan," tegasnya.

Melalui sosialisasi perda tentang pencegahan narkoba ini, Iqra Chissa mengingatkan masyarakat dan orang tua, narkoba sudah pasti akan membawa ke jurang kehancuran. 

"Saya sudah keliling daerah di Indonesia. Belum ada yang sukses karena mengkonsumsi narkoba. Yang sukses adalah pengedarnya. Pemakai tidak ada yang sukses. Narkoba merusak. Pengedar hanya menjualkan. Bahkan mereka ada yang konsumsi ada yang tidak. Yang kaya bandarnya," ungkap Iqra Chissa. 

Bagikan Artikel