Hadapi Sensus Ekonomi 2026, Menkes Dorong Pelaku Usaha Sektor Kesehatan Berpartisipasi Aktif
JAKARTA, TotalSehat.Com--Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendorong pelaku usaha sektor kesehatan berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Hal ini guna menghasilkan data yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan, penguatan investasi, serta percepatan pertumbuhan industri kesehatan nasional.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sektor kesehatan salah satu sektor yang tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, pemerintah perlu memiliki data lebih lengkap untuk merumuskan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan sektor kesehatan, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.
“Kalau sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata nasional kita dorong lebih cepat, peluang mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen semakin besar. Sektor kesehatan juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Budi dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Kemenkes bersama Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Kamis, (11/6).
Budi menjelaskan, jasa kesehatan tumbuh sekitar 7,6 persen, industri farmasi 7,5 persen, dan industri alat kesehatan mencapai 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, kontribusi ekonomi sektor kesehatan belum tergambarkan secara utuh, karena aktivitas usaha kesehatan masih tersebar dalam berbagai kelompok statistik ekonomi.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai aktivitas usaha, investasi, penyerapan tenaga kerja, serta kontribusi sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk itu, Budi mengajak seluruh rumah sakit, klinik, laboratorium, apotek, industri farmasi, industri alat kesehatan, hingga organisasi profesi berpartisipasi aktif dalam pendataan. Menurutnya, kualitas data yang terkumpul sangat menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan.