RSUP M Djamil Padang Edukasi Masyarakat, Kenali Gejala Kelainan Pigmentasi pada Kulit
Selain lentigo solaris, masyarakat juga perlu mengenal melasma yang ditandai dengan munculnya bercak coklat atau hitam pada wajah. Terutama di daerah dahi, hidung, kedua pipi, area atas bibir, dan dagu. Melasma lebih sering terjadi pada perempuan, khususnya yang tinggal di wilayah tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi serta memiliki warna kulit sawo matang hingga gelap.
“Melasma salah satu kelainan pigmentasi yang cukup sering ditemukan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti paparan sinar matahari, polusi lingkungan, penggunaan obat-obatan dan kosmetik tertentu, faktor genetik, hingga beberapa penyakit tertentu yang memengaruhi kondisi kulit,” ujar Prof. Widya.
Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap kulit dari paparan sinar ultraviolet yang berlebihan. Langkah-langkah sederhana dapat memberikan manfaat besar dalam mencegah berbagai gangguan pigmentasi maupun penuaan dini pada kulit.
“Upaya perlindungan diri yang dapat dilakukan antara lain menghindari paparan sinar matahari pada jam puncak antara pukul 09.00 hingga 15.00, menggunakan payung saat beraktivitas di luar ruangan, memakai kacamata hitam, menggunakan topi bertepi lebar, serta mengaplikasikan sunscreen secara rutin sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Kegiatan edukasi tersebut mendapat perhatian dari pasien dan pengunjung yang hadir di Poliklinik Kulit dan Kelamin. Selain memberikan informasi tentang jenis-jenis kelainan pigmentasi kulit, sesi edukasi juga membuka ruang diskusi. Sehingga masyarakat dapat memahami tanda-tanda awal gangguan kulit dan pentingnya pemeriksaan sejak dini.
Prof. Widya mengingatkan perubahan warna kulit yang menetap atau semakin meluas tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan oleh tenaga medis yang kompeten sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat dan menentukan penanganan yang sesuai.
“Bila ada keluhan pada kulit, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Segera konsultasikan ke dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika agar dapat dilakukan evaluasi dan penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing pasien,” katanya.(rel/swa)