RSUP M Djamil Padang Edukasi Masyarakat, Kenali Gejala Kelainan Pigmentasi pada Kulit
PADANG, TotalSehat.Com--Sebagai rumah sakit UPT Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. M. Djamil Padang tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga aktif melakukan promosi kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit dan upaya pencegahannya.
Memperingati International Skin Pigmentation Day, Selasa (26/5), RSUP Dr. M. Djamil Padang melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bekerja sama dengan Bagian Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) menggelar edukasi kesehatan di Poliklinik Kulit dan Kelamin.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Guru Besar Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Unand, Prof. Dr. dr. Satya Widya Yenny, Sp.D.V.E., Subsp. D.K.E., M.Ag., FINSDV, FAADV didampingi peserta PPDS, dr. Suri Emilia Annisa.
Dalam pemaparannya, Prof. Widya menjelaskan pigmentasi kulit berkaitan dengan melanin. Yaitu zat pewarna alami yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata.
Gangguan pigmentasi dapat terjadi ketika produksi melanin berkurang atau justru meningkat. Sehingga menyebabkan perubahan warna kulit yang tampak berbeda dari warna kulit normal.
“Kelainan pigmentasi kulit secara umum berupa hipomelanosis atau bercak putih akibat berkurangnya melanin, serta hipermelanosis atau bercak hitam akibat peningkatan melanin pada kulit. Kondisi tersebut muncul dalam berbagai bentuk dan dipengaruhi sejumlah faktor risiko yang perlu dipahami masyarakat,” katanya.
Salah satu bentuk hipermelanosis yang cukup sering ditemukan lentigo solaris. Kelainan ini ditandai munculnya bercak coklat hingga hitam yang terdapat pada area tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, bahu, lengan, dan tangan. Lentigo solaris dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan. Namun lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut.
Menurut Prof. Widya, beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya lentigo solaris. Antara lain memiliki kulit berwarna lebih terang, sering melakukan aktivitas di luar ruangan, sehingga terpapar sinar matahari dalam jangka panjang, usia lanjut, serta riwayat menjalani terapi radiasi atau fototerapi.