TIPS KESEHATAN

Pentingnya Keluarga Berencana Bagi Kesehatan Ibu, Cegah Anemia, hingga Terciptanya Keharmonisan

Redaktur 17 July 2026
RSUP M. Djamil Padang menggelar penyuluhan kesehatan di Poliklinik Kebidanan, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP M Djamil Padang, Rabu (15/7).Foto: Dokumentasi RSUP M Djamil Padang
RSUP M. Djamil Padang menggelar penyuluhan kesehatan di Poliklinik Kebidanan, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP M Djamil Padang, Rabu (15/7).Foto: Dokumentasi RSUP M Djamil Padang

"Melalui program keluarga berencana, ibu memiliki kesempatan mempersiapkan kehamilan dengan kondisi fisik yang lebih sehat sehingga risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan dapat ditekan," jelasnya.

Dr. Ferdinal juga menjelaskan sasaran program keluarga berencana adalah pasangan usia subur, yaitu pasangan dengan rentang usia 15 hingga 49 tahun yang ingin menunda kehamilan, menjarangkan kelahiran, maupun mengakhiri kehamilan sesuai dengan perencanaan keluarga. 

Peserta penyuluhan juga diberikan informasi tentang berbagai metode kontrasepsi yang tersedia, mulai dari metode amenore laktasi atau metode laktasi, kondom, pil KB, suntik KB, implant atau susuk, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD atau spiral), hingga metode kontrasepsi mantap berupa sterilisasi. 

Selain itu, dijelaskan pula berbagai jenis alat kontrasepsi berdasarkan cara penggunaannya, seperti alat kontrasepsi dalam rahim, alat kontrasepsi bawah kulit, vasektomi pada pria, tubektomi pada wanita, suntik, pil, dan kondom.

Menurut Dr. Ferdinal, pemilihan metode kontrasepsi sebaiknya dilakukan melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan, agar sesuai dengan kondisi kesehatan, usia, serta rencana kehamilan setiap pasangan. 

"Kami mendorong masyarakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum memilih metode kontrasepsi agar manfaatnya optimal dan sesuai dengan kondisi masing-masing," ajaknya.(rel/swa)

Bagikan Artikel