Pelayanan Kanker Tidak Hanya Tindakan Medis, Tetapi Juga Pendampingan Pasien dan Keluarga
“Diperlukan kolaborasi multidisiplin antara dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, manajemen rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, pemerintah, komunitas pasien, serta berbagai pemangku kepentingan,” tuturnya.
Dalam kerangka kolaborasi tersebut, Dovy menilai HIMPONI memiliki posisi yang strategis mendukung perkembangan keperawatan onkologi di Sumbar.
Organisasi profesi diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para perawat yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan kanker, tetapi juga mampu menjadi penggerak peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan.
“HIMPONI diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para perawat yang memiliki kepedulian terhadap keperawatan onkologi, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi, pengembangan praktik keperawatan berbasis bukti, penelitian, inovasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien kanker,” jelasnya.
Dovy juga menyoroti pentingnya penguatan jejaring dan kolaborasi HIMPONI Sumbar dengan berbagai pihak. “Kolaborasi tersebut diharapkan melibatkan rumah sakit, institusi pendidikan, pemerintah daerah, organisasi profesi, komunitas pasien, hingga keluarga pasien sehingga pengembangan keperawatan onkologi dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan NAPAK (Navigasi Pasien Kanker) sebagai bagian dari upaya memberikan pendampingan yang lebih terintegrasi kepada pasien.
“Navigasi pasien kanker menjadi salah satu pendekatan penting membantu pasien memahami dan menjalani rangkaian pelayanan kanker secara lebih terarah, mulai dari akses pelayanan hingga pendampingan selama proses pengobatan,” ucapnya.
Menurut Dovy, penguatan sistem navigasi pasien juga membutuhkan SDM yang kompeten serta koordinasi yang baik antarprofesi dan antarunit pelayanan.
Dengan demikian, pasien dapat memperoleh informasi, pendampingan, dan akses terhadap layanan yang dibutuhkan secara lebih optimal. “Dengan demikian, keberadaan HIMPONI tidak hanya dirasakan oleh anggotanya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya.
Memasuki agenda pemilihan Ketua PW HIMPONI Sumbar periode 2026–2031, Dovy berharap seluruh proses kongres dapat berlangsung secara demokratis, objektif, penuh kekeluargaan, dan tetap menjunjung tinggi etika organisasi.
Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa HIMPONI Sumbar menjadi organisasi yang semakin maju dan mampu menjawab perkembangan kebutuhan pelayanan kanker.
“Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah untuk memimpin HIMPONI Sumatera Barat periode 2026–2031, saya berharap dapat membawa organisasi ini semakin maju, solid, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan pelayanan kanker,” tukasnya.(rel/swa)