Menteri Kesehatan RI Ungkap Setiap Tahun Ada 48 Ribu Bayi Kelainan Jantung Bawaan
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan di Indonesia.
Setiap tahun, sekitar satu persen atau sekitar 48 ribu bayi yang lahir mengalami kelainan jantung bawaan, dan sekitar 12 ribu di antaranya memerlukan tindakan operasi segera, karena kondisinya kritis.
Menurut Budi, hingga tahun 2022 Indonesia baru mampu menangani sekitar 6.000 operasi jantung anak setiap tahun. Akibatnya, masih banyak anak yang belum mendapatkan tindakan medis tepat waktu karena keterbatasan kapasitas layanan.
“Karena itu pemerintah terus memperluas kemampuan rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung anak. Dari sebelumnya hanya sembilan rumah sakit di enam provinsi, kini telah berkembang menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Namun jumlah itu masih harus terus ditingkatkan agar seluruh provinsi memiliki layanan operasi jantung anak,” kata Budi.
Ia juga mengapresiasi dukungan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre yang konsisten mengirimkan tim ahli ke Indonesia. Selain membantu pelaksanaan operasi bagi pasien, program tersebut dinilai mempercepat alih pengetahuan kepada tenaga kesehatan Indonesia sehingga kemampuan rumah sakit daerah terus berkembang.
Melalui kegiatan proctorship ini, RS Dr. M. Djamil Padang ditargetkan menjadi salah satu pusat layanan sekaligus pembinaan operasi jantung anak di wilayah Sumatera.
Rumah sakit tersebut juga diharapkan mampu menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular pediatrik bagi rumah sakit-rumah sakit di Sumbar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian, M.Kes., Bupati dan Wali Kota se-Sumbar, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH., CMed., FISQua, Dewan Pengawas RS Dr. M. Djamil Padang, Direktur Utama RS Dr. M. Djamil Padang dr. Dovy Djanas, Sp.OG., Subsp.K.F.M., MARS., FISQua, Forkopimda.
Juga hadir, Perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre Arab Saudi, Muslim World League Indonesia, serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.(swa)