KOTA BUKITTINGGI

Kasus Katarak di Sumbar Mencapai 5.634 Kasus, Pemprov Perkuat Jaringan Pelayanan Kesehatan Mata

Redaktur 15 August 2026
Direktur Utama RSUP M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo meninjau langsung progres pembangunan penambahan ruangan ICU.Foto: RSUP M Djamil Padang
Direktur Utama RSUP M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua bersama Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo meninjau langsung progres pembangunan penambahan ruangan ICU.Foto: RSUP M Djamil Padang

Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Dr. dr. Antonia Kartika Indriati, Sp.M(K), M.Kes., mengatakan gangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi persoalan kesehatan signifikan di Indonesia. 

Berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dipublikasikan pada 2021, prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai tiga persen, dengan katarak sebagai salah satu penyebab utama.

“Karena itu, Kementerian Kesehatan mengembangkan Program Pengampuan Layanan Mata untuk meningkatkan kompetensi dokter dan perawat mata serta memperkuat standar pelayanan secara lebih merata,” jelas Antonia.

Program pengampuan tersebut mencakup lima penyakit mata prioritas, yakni katarak, retinopati diabetik, glaukoma, kelainan kornea, serta gangguan refraksi yang belum terkoreksi. 

Pelaksanaannya dilakukan melalui penguatan pengetahuan, workshop, pelatihan praktik, hingga pendampingan langsung dalam tindakan operasi.

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), drg. Busril, MPH., mengatakan pengampuan bersama Rumah Sakit Mata Cicendo peluang penting untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit di Sumbar. 

Ia berharap kerja sama tersebut juga mendorong pengembangan telekonsultasi sehingga rumah sakit daerah dapat menentukan kasus yang dapat ditangani di daerah maupun yang membutuhkan rujukan lebih lanjut.

Mahyeldi menegaskan Pemprov Sumbar akan terus mendukung sinergi pemerintah, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. 

Ia berharap penguatan jejaring layanan mata memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan Sumbar dalam jangka panjang.(swa)

Bagikan Artikel