PENDIDIKAN

Sinergi Global Akademisi: Program 'Diaspora Berdampak 2026' Hadirkan Professor NUS untuk Percepatan Ekosistem Riset di Sumatera Barat

RR 06 August 2026
Universitas Mercubaktijaya dalam Diaspora Berdampak 2026
Universitas Mercubaktijaya dalam Diaspora Berdampak 2026

PADANG — Lanskap pendidikan tinggi Indonesia tengah mengalami transformasi fundamental. Menjawab tuntutan publikasi global yang semakin kompetitif, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengambil langkah proaktif melalui inisiatif strategis: Program Diaspora Berdampak 2026.

Pada Kamis (5/8/2026), rangkaian program ini sukses mencetak tonggak sejarah baru di Sumatera Barat. Melalui kolaborasi lintas institusi, program ini melibatkan Universitas Andalas (Unand), Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Mercubaktijaya (UMCB), dan institusi kelas dunia, National University of Singapore (NUS). Rangkaian kegiatan yang berlangsung di UMCB ini menjadi bagian krusial dari kolaborasi internasional untuk memperkuat inovasi dan pengembangan SDM menuju "Indonesia Berdampak", menyusul pembukaan resmi yang telah dilangsungkan di Universitas Andalas sehari sebelumnya.

Program Diaspora Berdampak dirancang bukan sekadar sebagai ajang pertukaran ilmu, melainkan intervensi strategis untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi perguruan tinggi nasional. Skemanya lugas: membawa pulang pemikiran terbaik dari peneliti, akademisi, dan profesional diaspora Indonesia yang telah mapan di lembaga global, agar dapat langsung berkolaborasi dengan kampus-kampus di Tanah Air.

Ketua Pelaksana Diaspora Berdampak 2026 Sumatera Barat, Prof. Dr. Ilhamdi Rusydi, S.T., M.T., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Andalas, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan lompatan krusial bagi ekosistem akademik Indonesia.

"Program strategis ini memiliki potensi luar biasa. Harapan kami, transfer pengetahuan dan etos kerja dari para diaspora ini akan memberikan dampak langsung dan terukur terhadap kualitas luaran (outcome) peneliti di universitas-universitas Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Kolaborasi antara Unand, NUS, UBH, dan UMCB hari ini adalah wujud nyata dari sinergi tersebut," papar Prof. Ilhamdi.

Mengawinkan Integritas Akademik dan Kecerdasan Buatan

Salah satu sorotan utama dalam rangkaian kegiatan ini berpusat di kampus Universitas Mercubaktijaya. Guna menjawab tantangan era disrupsi teknologi, workshop tersebut menghadirkan Prof. Andrivo Rusydi, Ph.D., seorang akademisi diaspora Indonesia yang berkiprah di National University of Singapore (NUS).

Prof. Andrivo membawakan materi yang sangat relevan dengan dinamika riset global saat ini bertajuk, "Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Menggunakan Artificial Intelligence (AI)."

Dalam paparannya, Prof. Andrivo memberikan kerangka kerja sekaligus filosofi inti tentang pemanfaatan AI dalam riset. Ia menekankan bahwa AI sejatinya difungsikan sebagai instrumen pendukung untuk mempercepat analisis data dan penyusunan literatur, tanpa boleh mengorbankan integritas serta keaslian ide peneliti.

"AI adalah alat bantu (tools). Fondasi utama penelitian seperti literasi, budaya membaca jurnal, dan telaah buku literatur tetaplah sebuah keharusan yang tak tergantikan. Dengan demikian, kualitas penelitian dan tulisan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya," jelasnya.

Antusiasme Tinggi di Universitas Mercubaktijaya

Atmosfer akademik yang dinamis sangat terasa di aula Universitas Mercubaktijaya. Workshop ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 UMCB, Mitayani, S.ST., M.Biomed., Ph.D., yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para dosen.

Bagikan Artikel