NASIONAL

Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Gandeng Danantara Indonesia

Redaktur1 28 May 2026 0 menit baca
Penandatanganan MoU antara DIT dan Kemenkes RI di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (25/5).Foto: Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kemenkes RI

JAKARTA, TotalSehat.Com--Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan, filantropi memiliki peran strategis memperkuat layanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak. 

Menurut Budi, filantropi yang efektif harus dibangun di atas kepercayaan dan mampu menjadi katalis untuk memperbesar dampak program kesehatan bagi masyarakat.

“Filantropi itu basisnya kepercayaan. Kalau kita tidak bisa membangun kepercayaan, mustahil kita mendapatkan pendanaan filantropi. Kedua, filantropi harus dilihat sebagai katalis atau leverage,” ujar Budi saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust (DIT) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Senin (25/5).

Kerja sama antara DIT dan Kemenkes difokuskan pada peningkatan kesehatan dan gizi ibu serta anak. Program tersebut mencakup penyediaan vaksin heksavalen (hexavalent vaccine) untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular, penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin, serta penyediaan suplemen multiple micronutrient guna membantu keselamatan ibu hamil dan persalinan sekaligus mencegah stunting.

Budi menilai, di tengah menurunnya bantuan luar negeri secara global, peran filantropi semakin penting untuk mendukung pembiayaan program kesehatan. Dana filantropi dapat menjadi pengungkit agar lebih banyak sumber daya bergerak untuk menjawab persoalan kesehatan prioritas di Indonesia.

“Dengan modal kepercayaan dan pendekatan katalitik inilah, kita bisa mendatangkan lebih banyak dana filantropi untuk kepentingan masyarakat,” kata Menkes.

Langkah kolaboratif ini dinilai krusial mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak. Meski cakupan imunisasi dasar lengkap telah mencapai 80,2 persen pada 2025, masih terdapat hampir 960 ribu anak zero-dose belum menerima imunisasi, berdasarkan data WHO dan UNICEF 2026. 

Bagikan Artikel